online sambil denger musik menambah spirit pa lagi klo otak lagi mumet pikir pekerjaan, tugas kuliah and dompet yang lagi kosong melompong…
musik seolah menjadi segalanya saat otak lagi pucing cos full of problem
mulai musik dangdut,rap,pop and cadaz smuanya tak embat habis klo lagi sendiri pa lagi diiukti dengn kicauan yang amburadul and tmbh joged joged…wih..muantap…pppppppppp
tapi the most favorite song pastilah musik jazz and instruent pa lagi pas denger kenny g….wih…ngak ku ku kayaknya…
btw any way ….kenapa bisa yach musik itu bisa mempengaruhi otakki kita?????
Menurut Clive Robbins,DDM, pendiri Nordoff-Robbins Center for Music Therapy di New York University yang sya kutip dari http://id.news.yahoo.com ”sebenarnya ada hubungan yang erat antara musik dengan struktur neurologis otak dan sistem kerja biologis dalam tubuh manusia,” . Karena pada level non verbal, musik mengaktifkan pikiran yang kemudian memancing ketertarikan kita yang diikuti dengan memengaruhi regulasi fungsi-fungsi tubuh.
itu mengapa Robbins menyakini, menikmati musik atau lagu kesukaan kita tidak hanya mengembalikan romantisme masa lalu tapi juga bisa menghilangkan rasa sakit. Dan pada level yang tinggi, musik dapat mengatur ritme tubuh berjalan sempurna. Sebab musik memiliki tempo, ritme, melodi, dan harmoni. Inilah yang kemudian menstimulasi kerja otak secara komprehensif.
Teori ini kemudian dilengkapi dengan hasil penelitian Colorado State University yang menemukan fakta, pengidap stroke dan parkinson bisa menemukan kestabilannya bila dilakukan terapi musik. Cukup dengan menggunakan metronom, alat pengukur ritme. Michael H.Thaut, PhD, direktur Center for Biomedical Research in Music menjelaskan, ritme memiliki kekuatan penuh untuk mengorganisasi kemampuan motorik kita. “Metronom membantu sinkronisasi reflek motorik kita dengan cepat.”
Proses kerja yang sama kemudian terjadi pada kemampuan musik untuk membuat tekanan darah lebih stabil karena memicu kita untuk bernafas lebih teratur, Deforina Lane, PhD, direktur terapi musik Ireland Cancer Center, ikut melengkapi pernyataan Thaut. “Terbukti, saat saya memutar musik kepada pasien sebelum melakukan tindakan medis, pasien sangat cepat bereaksi dan reaksinya adalah positif bagi kesembuhannya.” (Preventiononline/Siagian Priska)
Filed under: referensiku






