<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lhidotnya lhieya&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://lhidotsaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lhidotsaja.wordpress.com</link>
	<description>just for share,fun n narsis2an.......</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Jun 2010 01:30:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lhidotsaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1ffd9fa2732772ed62d8dcb4330b9abc?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Lhidotnya lhieya&#039;s Blog</title>
		<link>http://lhidotsaja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lhidotsaja.wordpress.com/osd.xml" title="Lhidotnya lhieya&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lhidotsaja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>cinta laki-laki biasa</title>
		<link>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/06/28/cinta-laki-laki-biasa/</link>
		<comments>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/06/28/cinta-laki-laki-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 01:30:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lhidotsaja</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://lhidotsaja.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. Kenapa? Tanya mereka di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=122&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.</p>
<p>Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.</p>
<p>Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.</p>
<p>Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!</p>
<p>Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.</p>
<p>Kamu pasti bercanda!</p>
<p>Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.</p>
<p>Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!</p>
<p>Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.</p>
<p>Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!</p>
<p>Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.</p>
<p>Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?</p>
<p>Nania terkesima.</p>
<p>Kenapa?</p>
<p>Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.</p>
<p>Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!</p>
<p>Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!</p>
<p>Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata ‘kenapa’ yang barusan Nania lontarkan.</p>
<p>Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.</p>
<p>Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.</p>
<p>Tapi kenapa?</p>
<p>Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.</p>
<p>Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.</p>
<p>Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!</p>
<p>Cukup!</p>
<p>Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?</p>
<p>Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak ‘luar biasa’. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.</p>
<p>Mereka akhirnya menikah.</p>
<p>***</p>
<p>Setahun pernikahan.</p>
<p>Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.</p>
<p>Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.</p>
<p>Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.</p>
<p>Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.</p>
<p>Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.</p>
<p>Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!</p>
<p>Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.</p>
<p>Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.</p>
<p>Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!<br />
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?</p>
<p>Rafli juga pintar!<br />
Tidak sepintarmu, Nania.</p>
<p>Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.</p>
<p>Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.</p>
<p>Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!<br />
Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.</p>
<p>Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.</p>
<p>Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.</p>
<p>Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..</p>
<p>Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.</p>
<p>Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!</p>
<p>Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.</p>
<p>Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!</p>
<p>Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.</p>
<p>Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.<br />
Cantik ya? dan kaya!</p>
<p>Tak imbang!</p>
<p>Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.</p>
<p>Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.</p>
<p>Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.</p>
<p>Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!</p>
<p>Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.</p>
<p>Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.</p>
<p>Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.</p>
<p>Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.</p>
<p>Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.</p>
<p>Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.</p>
<p>Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.</p>
<p>Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.</p>
<p>Dokter?</p>
<p>Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.</p>
<p>Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?</p>
<p>Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.</p>
<p>Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.</p>
<p>Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.</p>
<p>Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.</p>
<p>Pendarahan hebat!</p>
<p>Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.</p>
<p>Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.</p>
<p>Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.</p>
<p>Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.</p>
<p>***</p>
<p>Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.</p>
<p>Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.</p>
<p>Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.</p>
<p>Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..</p>
<p>Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.</p>
<p>Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.</p>
<p>Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,</p>
<p>Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.</p>
<p>Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.</p>
<p>Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.</p>
<p>Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.</p>
<p>Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.</p>
<p>Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.</p>
<p>Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.</p>
<p>Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?</p>
<p>Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.</p>
<p>Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.</p>
<p>Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.</p>
<p>Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.</p>
<p>Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!</p>
<p>Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.</p>
<p>Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!</p>
<p>Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.</p>
<p>Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?</p>
<p>Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?</p>
<p>Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.</p>
<p>Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.</p>
<p>Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.</p>
<p>Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat..</p>
<p>- Asma Nadia -</p>
<p>&#8220;copy dri bloq tetangga&#8230;keren sich&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lhidotsaja.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lhidotsaja.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lhidotsaja.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lhidotsaja.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lhidotsaja.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lhidotsaja.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lhidotsaja.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lhidotsaja.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lhidotsaja.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lhidotsaja.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lhidotsaja.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lhidotsaja.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lhidotsaja.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lhidotsaja.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=122&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/06/28/cinta-laki-laki-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80b6e659d1cc8b51459a5c2ef1658b9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lhidotsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AKU BERTAHAN&#8221;rio febrian&#8221;</title>
		<link>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/30/aku-bertahanrio-febrian/</link>
		<comments>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/30/aku-bertahanrio-febrian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 05:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lhidotsaja</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://lhidotsaja.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[sedih ku tahu kini perasaanmu kepadaku sedih saat kau tak yakin kepadaku akan cintaku jalan berliku takkan membuatku menyerah akan cinta kita tatap mataku dan kau kan tahu semuanya yang ku rasakan reff: aku bertahan karna ku yakin cintaku padamu sesering kau coba tuk mematikan hatiku takkan terjadi yang aku tahu kau hanya untukku aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku sekeras kau coba tuk membunuh cintaku yang aku tahu kau hanya untukku tatap mataku dan kau kan tahu semuanya yang ku rasakan repeat reff oooww aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku sekeras kau coba tuk membunuh cintaku yang aku tahu kau hanya untukku<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=120&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sedih ku tahu kini perasaanmu kepadaku<br />
sedih saat kau tak yakin kepadaku<br />
akan cintaku</p>
<p>jalan berliku takkan membuatku<br />
menyerah akan cinta kita<br />
tatap mataku dan kau kan tahu<br />
semuanya yang ku rasakan</p>
<p>reff:<br />
aku bertahan karna ku yakin cintaku padamu<br />
sesering kau coba tuk mematikan hatiku<br />
takkan terjadi yang aku tahu kau hanya untukku<br />
aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku<br />
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku<br />
yang aku tahu kau hanya untukku</p>
<p>tatap mataku dan kau kan tahu<br />
semuanya yang ku rasakan</p>
<p>repeat reff</p>
<p>oooww</p>
<p>aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku<br />
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku<br />
yang aku tahu kau hanya untukku</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lhidotsaja.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lhidotsaja.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lhidotsaja.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lhidotsaja.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lhidotsaja.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lhidotsaja.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lhidotsaja.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lhidotsaja.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lhidotsaja.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lhidotsaja.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lhidotsaja.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lhidotsaja.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lhidotsaja.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lhidotsaja.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=120&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/30/aku-bertahanrio-febrian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80b6e659d1cc8b51459a5c2ef1658b9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lhidotsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>masa depan agroforestry versinya lhidot</title>
		<link>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/30/masa-depan-agroforestry-versinya-lhidot/</link>
		<comments>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/30/masa-depan-agroforestry-versinya-lhidot/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 05:25:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lhidotsaja</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://lhidotsaja.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat 3 zona utama dalam penggunaan lahan yaitu : hutan alam (natural forest), pertanian intensif (Intensive agriculture) dan multi landscape (agroforestry), dimana agroforestry sebagai zona peralihan antara natural forest dan intensive agriculture. Menurut pemikirannya LHIDOT prediksi penggunaan lahan 20 tahun ke depan  menggambarkan bahwa pertanian intensive  akan semakin berkurang hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=117&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terdapat 3 zona utama dalam penggunaan lahan yaitu : hutan alam (natural forest), pertanian intensif (Intensive agriculture) dan multi landscape (agroforestry), dimana agroforestry sebagai zona peralihan antara natural forest dan intensive agriculture.</p>
<p>Menurut pemikirannya LHIDOT prediksi penggunaan lahan 20 tahun ke depan  menggambarkan bahwa pertanian intensive  akan semakin berkurang hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan populasi manusia yang dikuti oleh peningkatan kebutuhan dalam hal ini peningkatan kebutuhan perumahan, kegiatan pertambangan, pembangunan industri, pembangunan pembangkit listrik tenaga air, pembangunan jalan dal lain sebagainya.  Penurunan luas lahan pertanian intensive ini akan terjadi jika  pemerintah sebagai stake holder penentu kebijakan tidak membuat kebikajan khusus dalam hal alif fungsi lahan lahan subur yang digunakan sebagai  lahan pertanian intensive</p>
<p>Lahan pertanian intensive akan berkurang dalam hal jumlahnya namun dari segi produksi kemungkinan 20 tahun akan meningkat hal ini disebabkan oleh tuntutan kebutuhan pangan yang semakin meningkat, sehingga lahan pertanian intensive yang semakin menyempit akan di olah sedemikian rupa agar memperoleh hasil yang maksimal.  Kemungkinan besar 20 tahun yang akan datang akan banyak tekhnologi budidaya yang dikembangkan sehingga lahan yang semakin sempit akan tetap memperoleh hasil yang maksimal namun tetap berkelanjutan sesuai konsep yang gaungkan pemerintah saat ini yaitu konsep pembangunan yang berkelanjutan.</p>
<p>Dan dengan menurunnya lahan pertanian bisa saja di beberapa tempat akan muncul teknik pertanian dengan cara vertikal dengan menggunakan semacam gedung-gedung layaknya gedung bertingkat.</p>
<p>Penggunaan lahan untuk agroforestry saya gambarkan akan meluas 20 tahun ke depan karena dalam hal ini saya kaitkan dengan kebutuhan manusia akan pangan dan penghasilan yang layak semakin meningkat. Sehingga agroforestry merupakan salah satu solusi karena pada konsep agroforestry dilakukan perpaduan perpaduan tanaman semusim, ternak, ikan dan tanaman kehutanan.  Dan konsep agroforestry akan berkembang karena konsep ini juga merupakan solusi dalam mengatasi permasalahan keterbatasan sumber daya lahan utntuk kegiatan pertanian.</p>
<p>Meningkatnya luas lahan agroforestry juga disebabkan karena adanya dukungan dari pemerintah yang menganggap bahwa agroforestry merupakan salah satu solusi bagi permasalahan sumber daya lahan serta juga dapat mengatasi masalah erosi dan mengurangi pengaruh dari pemanasan global.  Sehingga pada akhirnya para peneliti dibidang pertanian juga kemungkinan akan mengembangkan tehnologi &#8211; teknologi  dibidang pertanian yang bisa diterapkan pada kegiatan agroforestry sehinggan diperoleh produksi yang optimal.  Misalnya kemungkinan besar akan ditemukan varietas varietas tanaman padi  dan jagung yang toleran terhadap naungan sehingga padi dan jagung dapat dibudidayakan diantara tanaman pepohonan dengan hasil yang optimal.</p>
<p>Peningkatan luas areal agroforestry akan berimbas pada perambahan natural forest sehinggan luas penggunaan lahan natural forest akan berkurang.  Berkurangnya natural forest disebabkan karena kebutuhan akan kayu dan lahan semakin meningkat.  Sehingga masyarakat &#8211; masyarakat  di daerah sekitar kawasan natural forest akan merubah sedikit demi sedikit kawasan hutan tersebut menjadi kawasan agroforestri, karena kebutuhan mereka tidak seimbang dengan ketersediaan lahan.  Selain itu pembagunan jalan pada areal agroforestry akan mempermudah akses masyarakat untuk memasuki kawasan natural forest sehingga memudahkan mereka untuk menjadikan natural forest menjadi kawasan agroforestry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lhidotsaja.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lhidotsaja.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lhidotsaja.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lhidotsaja.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lhidotsaja.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lhidotsaja.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lhidotsaja.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lhidotsaja.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lhidotsaja.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lhidotsaja.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lhidotsaja.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lhidotsaja.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lhidotsaja.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lhidotsaja.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=117&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/30/masa-depan-agroforestry-versinya-lhidot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80b6e659d1cc8b51459a5c2ef1658b9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lhidotsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sandhy sandoro&#8221;malam biru&#8221;</title>
		<link>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/29/sandhy-sandoromalam-biru/</link>
		<comments>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/29/sandhy-sandoromalam-biru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 12:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lhidotsaja</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://lhidotsaja.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam yang biru tanpa dirimu Berjuta juta Rindu ku padamu Sendiri ku pun harus menikmati Nyanyian sang rembulan Engkau yang seharusnya disisiku Engkau yang slalu ada dihayatku Semoga kau mendengar lagu ini Yang ku cipta untukmu Oh kasihku Ini ini laguku Hanya untuk dirimu Tanda cintaku Padamu oh sayang Engkau yang seharusnya disisiku Engkau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=115&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu malam yang biru tanpa dirimu<br />
Berjuta juta Rindu ku padamu<br />
Sendiri ku pun harus menikmati<br />
Nyanyian sang rembulan</p>
<p>Engkau yang seharusnya disisiku<br />
Engkau yang slalu ada dihayatku<br />
Semoga kau mendengar lagu ini<br />
Yang ku cipta untukmu</p>
<p>Oh kasihku<br />
Ini ini laguku<br />
Hanya untuk dirimu<br />
Tanda cintaku<br />
Padamu oh sayang</p>
<p>Engkau yang seharusnya disisiku<br />
Engkau yang slalu ada dihayatku<br />
Semoga kau mendengar lagu ini<br />
Yang ku cipta untukmu</p>
<p>Oh kasihku<br />
Ini ini laguku<br />
Hanya untuk dirimu<br />
Tanda cintaku<br />
Padamu oh sayang</p>
<p>Kasihku..<br />
Ini ini laguku<br />
Hanya untuk dirimu<br />
Tanda cintaku<br />
Padamu</p>
<p>Oh kasihku<br />
Ini ini laguku<br />
Hanya untuk dirimu<br />
Tanda cintaku</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lhidotsaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lhidotsaja.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lhidotsaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lhidotsaja.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lhidotsaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lhidotsaja.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lhidotsaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lhidotsaja.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lhidotsaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lhidotsaja.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lhidotsaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lhidotsaja.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lhidotsaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lhidotsaja.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=115&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/29/sandhy-sandoromalam-biru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80b6e659d1cc8b51459a5c2ef1658b9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lhidotsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketahanan Pangan Butuh Leadership</title>
		<link>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/07/ketahanan-pangan-butuh-leadership/</link>
		<comments>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/07/ketahanan-pangan-butuh-leadership/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 13:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lhidotsaja</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://lhidotsaja.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Persoalan pangan adalah masalah yang sangat penting, bukan hanya pada saat sekarang, tetapi pada masa-masa mendatang. Bahkan, tidak sedikit para pemimpin bangsa yang mengingatkan betapa pentingnya pangan dalam kehidupan umat manusia. Presiden Soekarno ketika meletakkan batu pertama pembangunan kampus IPB pada tahun 1952 mengingatkan bahwa persoalan persediaan pangan bagi bangsa Indonesia merupakan “soal hidup atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=111&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong>Persoalan pangan adalah masalah yang sangat penting, bukan hanya pada saat sekarang, tetapi pada masa-masa mendatang. Bahkan, tidak sedikit para pemimpin bangsa yang mengingatkan betapa pentingnya pangan dalam kehidupan umat manusia.</p>
<p>Presiden Soekarno ketika meletakkan batu pertama pembangunan kampus IPB pada tahun 1952 mengingatkan bahwa persoalan persediaan pangan bagi bangsa Indonesia merupakan “soal hidup atau mati”.</p>
<p>Jawaharial Nehru, salah satu pemimpin besar India, juga pernah mengatakan: “Everything can wait, not agriculture. First of all, obviously, we must have enough food. Secondly, other necessities &#8230; “.</p>
<p>Walaupun banyak pemimpin di dunia telah mengingatkan pentingnya ketahanan pangan, tetapi sayangnya berdasarkan data FAO yang terbaru, di dunia masih terdapat lebih dari 1 miliar penduduk (hampir 1/6 penduduk dunia) menghadapi masalah kekurangan pangan dan kemiskinan.</p>
<p>Kenaikan jumlah penduduk yang kekurangan pangan yang signifikan dibandingkan tahun lalu (kenaikan sekitar 105 juta) dikarenakan krisis kembar, yakni krisis finansial dan harga pangan yang meningkat tajam.</p>
<p>Himpunan Alumni IPB dalam <a href="http://www.vivanews.com/streaming/"><em>“Diskusi Blak-blakan Soal Ketahanan Pangan di Indonesia” </em></a>berpandangan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan beras, tetapi meliputi manajemen: ketersediaan pangan, akses pangan, stabilitas (harga) dan distribusi pangan, serta utilitas dan keamanan pangan.</p>
<p>Dalam jangka pendek, peningkatan produksi pangan dan perbaikan sistem produksi wajib menjadi prioritas utama strategi kebijakan pangan pemerintah. Manajemen stok pangan dan stabilitasi harga pangan, terutama yang bersifat strategis, tetap perlu menjadi prioritas.</p>
<p>Upaya Indonesia untuk mulai memikirkan “feeding the world” patut dihargai, tentunya tanpa melupakan manajemen cadangan pangan dalam negeri. Upaya pengamanan stok pangan dalam negeri harus tetap menjadi prioritas kebijakan ketahanan pangan Indonesia.</p>
<p>Misalnya, surplus produksi beras baru dapat dikatakan aman jika telah terbukti stabil di atas 3 juta ton secara riil dan berkelanjutan sepanjang tahun, bukan sekadar 1 juta ton seperti perkiraan saat ini.</p>
<p>Pengendalian harga keseimbangan beras di dalam negeri tetap perlu menjadi perhatian seluruh pengampu kepentingan, karena relatif tingginya harga beras pada pembentukan laju inflasi nasional.</p>
<p>Melonjaknya laju inflasi pada Januari 2010 adalah pengalaman berharga dari manajemen stok pangan pokok yang juga sangat berhubungan dengan tekanan permintaan beras dari kelompok rumah tangga miskin dan menengah. Apabila penyaluran beras pada kelompok miskin cukup lancar, maka rumah tangga miskin ini cukup mengandalkan pasokan beras dari beras subsidi (pada Program Raskin).</p>
<p>Namun, ketika penyaluran Raskin terhambat karena persoalan birokrasi di tingkat pusat, kelompok miskin (dan menengah) justru terpaksa harus membeli beras secara komersial. Pada siklus berikutnya, tambahan tekanan permintaan beras ini–-apalagi pada kondisi stok beras yang kritis&#8211;justru menyebabkan lonjakan harga beras.</p>
<p>Peningkatan produksi dan produktivitas pangan lain seperti jagung dan kedelai juga perlu menjadi prioritas, misalnya dengan memberikan keleluasaan bagi sektor swasta untuk mulai bermitra dengan petani jagung dan kedelai.</p>
<p>Penjaminan dan kepastian harga adalah salah satu insentif untuk meningkatkan produksi dan produktifitas. Akses terhadap teknologi baru, benih unggul, serta ketersediaan irigasi tidak akan berlangsung seperti diharapkan manakala harga yang diterima petani tidak memadai.</p>
<p>Dua komoditas pangan ini (jagung dan kedelai) memiliki keterkaitan erat dengan sektor industri manufaktur bidang pangan yang mampu menyerap tenaga kerja banyak, serta dengan sektor pangan lain, seperti peternakan yang menghasilkan sumber protein, gizi, energi dan vitamin.</p>
<p>Berkaitan dengan hal ini, Indonesia harus memiliki tiga kewaspadaan dalam menghadapi ketahanan pangan nasional pada masa-masa mendatang. Pertama,  instabilitas komoditas pangan saat ini yang bersumber dari pasar internasional. Hal itu terlihat pada naik-turunnya harga komoditas yang lebih dipicu permainan para hedge fund tingkat dunia. Artinya, saat ini perdagangan komoditas sudah sedemikian canggih, harga bisa berubah hanya dalam sehari, karena yang terjadi sebagaian besar hanya perpindahan kontrak komoditas saja, bukan perdagangan komoditas riilnya.</p>
<p>Kedua, ketidakpastian dan perubahan iklim.</p>
<p>Ketiga, Indonesia saat ini mengalami lack of investment di bidang pangan dan pertanian. Indonesia membutuhkan investasi di bidang pertanian dan pangan. Investasi tidak hanya terbatas pada pembangunan pabrik, tapi juga di bidang penelitian, serta pembangunan irigasi.</p>
<p>Catatan tentang pangsa penyerapan KUR di sektor pertanian yang hanya 22 persen pada tahun 2009, tentu terlalu kecil untuk dibandingkan dengan pangsa penyerapan KUR di sektor perdagangan yang mencapai 63 persen. Skema pembiayaan dengan penjaminan kredit seperti KUR ini juga diharapkan dapat mencegah penurunan kapasitas sistem produksi pangan dan industri secara umum.</p>
<p>Dalam hal manajemen input pertanian yang sangat strategis (seperti pupuk dan benih), pemerintah semestinya memberikan kepastian hukum &#8220;property rights&#8221; terhadap tanah yang dimiliki. Sertifikat tanah tidak hanya memberikan kepastian untuk aman mengusahakannya tapi juga dapat digunakan untuk mengakses kredit perbankan.</p>
<p>Penggunaan pupuk sebagai input pertanian kini telah berubah, dibandingkan dengan pada awal Revolusi Hijau dulu. Oleh karena itu, esensi subsidi pupuk kini telah semakin berubah, bukan tentang adopsi teknologi baru, tapi lebih kepada strategi pemihakan dan langkah afirmatif manajemen risiko bagi petani miskin.</p>
<p>Ketersediaan pupuk harus dipastikan mencukupi kebutuhan bahkan dapat diekspor. Bila ketersediaan pupuk mencukupi dan distribusinya dapat dijaga kelancarannya, maka persoalan pupuk mudah-mudahan tinggal menjadi sejarah.</p>
<p>Untuk tercapainya hal tersebut, pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib memperbaiki aransemen kelembagaan dari sistem produksi, distribusi, sistem harga, dan mekanisme subsidi pupuk.</p>
<p>Tidak hanya untuk pupuk, namun juga untuk input lainnya yang hingga saat ini masih perlu diberikan kebijakan imperatif, upaya-upaya seperti ini merupakan keharusan. Dan semua ini mensyaratkan suatu policy leadership yang berwibawa, sistem akuntabilitas, responsibilitas dan kualitas governansi yang lebih baik.</p>
<p>Dalam jangka menengah-panjang. Peningkatan produksi, produktifitas dan nilai tambah pangan strategis dalam jangka menengah-panjang perlu lebih banyak berbasiskan aplikasi teknologi baru, varietas baru, termasuk benih hibrida dan produk bioteknologi yang dihasilkan yang semuanya melalui proses panjang.</p>
<p>Indonesia perlu lebih banyak mengutamakan kemitraaan yang setara antar stakeholders (public-private partnership) antara sektor swasta, pemerintah, perguruan tinggi dan elemen masyarakat madani dalam mengelola sistem nilai tambah (value chain system) yang menciptakan pertumbuhan berkualitas, tidak hanya mengedepankan aspek pertumbuhan tetapi juga pemerataan.</p>
<p>Strategi diversifikasi pangan harus dilakukan secara lebih serius, untuk mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi beras, yang saat ini sangat tinggi dan sering mempengaruhi tekanan permintaan terhadap beras. Langkah awal dapat dimulai dengan pengembangan sumber pangan lokal, eksotik, bernilai ekonomi tinggi, mengandung protein, vitamin dan bergizi baik.</p>
<p>Kampanye ”makan ikan” dan ”minum susu” akan mampu memperbaiki kecukupan protein, energi dan vitamin, yang dapat saja mengurangi tekanan konsumsi terhadap bahan karbohidrat seperti beras yang sangat sensitif secara ekonomi dan politik.</p>
<p>Kemudian, pengindustrian pangan lokal harus memperoleh dukungan kebijakan yang memadai, mulai dari skema pembiayaan, insentif perpajakan, dan kemudahan lainnya.</p>
<p>Last but not the least, peningkatan daya saing, produksi dan produktivitas pangan tidak hanya ditentukan oleh persoalan “on farm” saja, tetapi juga persoalan-persoalan “beyond farm gate” yang sering kali malah lebih penting dibandingkan persoalan-persoalan yang terjadi di tingkat “on farm”.</p>
<p>Mengingat faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, produktivitas dan daya saing tersebut bersifat multi dimensi, maka kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkannya tidak dapat ditangani secara parsial, tetapi harus terintegrasi dengan skema kebijakan makroekonomi dan kelembagaan publik yang lebih luas.</p>
<p>Kebijakan yang holistik ini memerlukan semangat konvergensi nasional. Konvergensi nasional memiliki arti sebagai upaya mengarahkan seluruh energi bangsa yang mencakup potensi pikiran, kekuatan dan waktu untuk mewujudkan satu cita-cita, satu tujuan dari seluruh stake holders pembangunan pertanian dan industri pangan yang lebih berdaya saing, berkeadilan, berkedaulatan dan berkelanjutan.</p>
<p>Terkait dengan persoalan besar ketahanan pangan ini, Himpunan Alumni IPB dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memberi rekomendasi kepada pemerintah, dunia usaha, para petani, dan masyarakat pada umumnya:</p>
<p>Pertama,  untuk mengantisipasi instabilitas komoditas pangan yang bersumber dari pasar internasional, para diplomat Indonesia di luar negeri dapat berperan menjadi ujung tombak memperoleh informasi awal mengenai semua kejadian dan policy di negara yang bersangkutan yang dapat mempengaruhi gejolak harga pangan.</p>
<p>Kedua, Indonesia harus tegas mendahulukan pencapaian swasembada dalam negeri baru berorientasi ekspor. Namun di sisi lain, target unt melakukan ekspor dapat menjadi pendorong bagi pencapaian swasembada dalam negeri.</p>
<p>Ketiga, Indonesia harus melakukan investasi besar-besaran terkait pertanian, yaitu yang terkait dengan irigasi pedesaan, jalan desa, listrik desa, industri pupuk, riset, pengembangan sumber daya dan rehabilitasi sumber sumber daya alam. Total investasi yang dibutuhkan untuk mengamankan ketahanan pangan jangka menengah mencapai Rp 270 triliun.</p>
<p>Keempat, ketahanan pangan harus menjadi indikator kinerja utama bagi berbagai kementerian selain Kementerian Pertanian, serta bagi pemerintah daerah.</p>
<p>****</p>
<p><em>Analisis ini disarikan dari hasil diskusi “Diskusi Blak-blakan Soal Ketahanan Pangan di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Himpunan Alumni IPB dan Persatuan Insinyur Indonesia.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Pembicara dalam diskusi adalah: Bayu Krisnamurthi (Wakil Menteri Pertanian), Said Didu (Ketua Umum Persatuan Insiyur Indonesia, Franciscus Welirang (Direktur PT Indofood Sukses Makmur), Arifin Tasrif (Direktur Utama PT Petrokimia Gresik).</em></p>
<p><em>&#8220;kutip dari  www.vivanews.com &#8230;&#8230;&#8230;</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lhidotsaja.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lhidotsaja.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lhidotsaja.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lhidotsaja.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lhidotsaja.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lhidotsaja.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lhidotsaja.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lhidotsaja.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lhidotsaja.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lhidotsaja.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lhidotsaja.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lhidotsaja.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lhidotsaja.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lhidotsaja.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=111&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/07/ketahanan-pangan-butuh-leadership/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80b6e659d1cc8b51459a5c2ef1658b9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lhidotsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/07/107/</link>
		<comments>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/07/107/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 05:30:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lhidotsaja</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://lhidotsaja.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum terserang batuk atau pilek, ada baiknya Anda melakukan pencegahan dengan meningkatkan ketahanan tubuh, salah satunya lewat makanan. Beberapa jenis makanan rupanya bisa menjadi benteng pertahanan terhadap virus flu. Virus flu biasanya merangsang lendir yang berlebihan, sehingga membuat merasa tidak nyaman karena jalan pernapasan terasa terhambat. Agar batuk tidak semakin parah, hindari jenis makanan yang bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=107&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-108" href="http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/07/107/mangga/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-108" title="mangga" src="http://lhidotsaja.files.wordpress.com/2010/05/mangga.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Sebelum terserang batuk atau pilek, ada baiknya Anda melakukan pencegahan dengan meningkatkan ketahanan tubuh, salah satunya lewat makanan. Beberapa jenis makanan rupanya bisa menjadi benteng pertahanan terhadap virus flu.<br />
Virus flu biasanya merangsang lendir yang berlebihan, sehingga membuat merasa tidak nyaman karena jalan pernapasan terasa terhambat. Agar batuk tidak semakin parah, hindari jenis makanan yang bisa memproduksi lendir.<br />
Contohnya susu maupun produk turunannya seperti es krim, yoghurt, dan keju. Jenis makanan lain yang juga bisa meningkatkan produksi lendir adalah telur, makanan yang digoreng, daging merah, serta yang mengandung gula atau garam berlebihan.<br />
Sebaliknya, ada makanan tertentu yang berguna untuk mengatasi batuk, sakit tenggorokan, maupun pilek. Jenis makanan yang dimaksud umumnya kaya akan vitamin yang berperan sebagai pendorong sistem kekebalan tubuh.<br />
Banyak Pilihan<br />
Berikut ini beberapa jenis makanan, kebanyakan buah, sayur, maupun rempah, yang bisa dimanfaatkan saat sedang batuk atau flu.<br />
Aprikot. Betakaroten terdapat pada buah aprikot. Betakaroten merupakan vitamin yang bertindak sebagai antioksidan poten, sehingga bisa melindungi dari infeksi. Juga memperkuat sistem imunitas pada tubuh.<br />
Brokoli. Dalam brokoli terkandung zat gizi yang meningkatkan imunitas tubuh. Memasukkan brokoli dalam menu diet sehari-hari akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Brokoli juga kaya vitamin C yang melindungi dari serangan flu dan infeksi virus.<br />
Brokoli mengandung betakaroten yang berperan penting dalam pencegahan penyakit. Sayuran berwarna hijau tua ini menjadi sumber yang baik zat besi. Zat besi diperlukan untuk mendukung produksi sel darah putih dan antibodi.<br />
Kubis. Kubis, baik yang berwarna hijau maupun merah, sangat kaya akan antioksidan, betakaroten, vitamin C, serta vitamin E. Komponen zat gizi tersebut membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.<br />
Wortel. Pada wortel terkandung betakaroten. Dalam tubuh, betakaroten akan diubah menjadi vitamin A yang berpotensi sebagai antioksidan.<br />
Kayu manis. Kayu manis mengandung eugenol, komponen fitonutrien yang bermanfaat sebagai antiseptik dan pereda rasa nyeri. Juga bersifat dekongestan yang berguna mengurangi rasa mampet pada hidung akibat pilek. Kayu manis bisa ditambahkan pada makanan ataupun dengan mencampur batangnya dengan air hangat. Campuran tersebut cukup ampuh dalam mengatasi flu.<br />
Bawang putih. Belerang yang terdapat pada bawang putih menjaga darah tetap sehat, serta mampu melawan bakteri dan mengenyahkan virus. Bawang putih berperan sebagai pelindung pada sistem pernapasan, juga membantu mengurangi pembentukan lendir.<br />
Jahe. Sejenis rempah yang memberi rasa hangat bagi tubuh. Jahe yang telah dimemarkan dan dicampur dengan air hangat akan membantu meredakan batuk. Efek jahe yang bersifat ekspektoran atau mengeluarkan dahak dan dekongestan atau meredakan hidung mampet.<br />
Madu. Paduan antara jeruk lemon dengan madu cukup bermanfaat untuk mengatasi batuk. Menurut Prof. Peter C. Molan, Ph.D., peneliti dari The University of Waikato, Selandia Baru, madu juga mempunyai komponen antiperadangan sehingga bisa mengatasi sakit tenggorokan.<br />
Jeruk. Buah jeruk menyediakan antioksidan yang cukup tinggi dan fitonutrien yang bisa melawan infeksi virus. Pada jeruk terdapat flavonoid, jenis antioksidan dan secara sinergi bekerja bersama dengan vitamin C untuk meningkatkan perlindungan tubuh terhadap radikal bebas.<br />
Daun letuce. Daun letuce berwarna hijau tua mengandung sejumlah zat gizi yang baik. Secara umum, pada letuce terkandung betakaroten, asam folat, serta vitamin C.<br />
Jeruk nipis. Zaman dulu, jeruk nipis kerap dijadikan alternatif obat batuk dengan campuran kecap. Dalam jeruk nipis terkandung vitamin C yang baik untuk imunitas tubuh. Antiseptik alami yang terdapat di dalamnya juga berguna untuk mengatasi sakit tenggorokan.<br />
Mangga. Suplai mangga yang cukup banyak di pasaran membuat buah ini mudah dijumpai. Buah yang kaya akan betakaroten dan vitamin C ini bisa menjadi pilihan untuk mendorong sistem pertahanan tubuh dan pelindung terhadap kerusakan sel.<br />
Bawang bombai. Bawang bombai mengandung fitonutrien yang bertindak sebagai antibiotik alami. Sajian dalam bentuk salad maupun sup akan memberi manfaat yang optimal. (yn, disalin dari kompas.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lhidotsaja.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lhidotsaja.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lhidotsaja.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lhidotsaja.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lhidotsaja.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lhidotsaja.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lhidotsaja.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lhidotsaja.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lhidotsaja.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lhidotsaja.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lhidotsaja.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lhidotsaja.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lhidotsaja.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lhidotsaja.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=107&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/07/107/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80b6e659d1cc8b51459a5c2ef1658b9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lhidotsaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lhidotsaja.files.wordpress.com/2010/05/mangga.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">mangga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KELAPARAN AKUT</title>
		<link>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/06/kelaparan-akut/</link>
		<comments>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/06/kelaparan-akut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 16:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lhidotsaja</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://lhidotsaja.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[lapar melandaku malam ini&#8230;..kayaknya rekor terhebatku hari ini seharian tak sebiji pun nasi numpang lewat di tenggorokan semua ini karena PENYAKIT MALAS kumat lagi&#8230;.yach begini lah nasib hidup sendiri&#8230;klo mau makan yach silahkan menghidangkan sendiri&#8230;.. kenapa juga yach&#8230;&#8230;penyakit malas itu kambuh padahal klo dipikir ini untuk kepentinganku juga dan u kesehatanku juga..tapi i just can [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=98&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lapar melandaku malam ini&#8230;..kayaknya rekor terhebatku hari ini seharian tak sebiji pun nasi numpang lewat di tenggorokan semua ini karena PENYAKIT MALAS kumat lagi&#8230;.yach begini lah nasib hidup sendiri&#8230;klo mau makan yach silahkan menghidangkan sendiri&#8230;..</p>
<p>kenapa juga yach&#8230;&#8230;penyakit malas itu kambuh padahal klo dipikir ini untuk kepentinganku juga dan u kesehatanku juga..tapi i just can say..im lazy to do anything just sit in front of my laptop&#8230;.</p>
<p>MALAS&#8230;.merupakan satu kata yang terdiri dari 5 huruf yaitu EM A EL A ES&#8230;that&#8217;s it&#8230;&#8230;.</p>
<p>beberapa orang bijak mengatakan bahwa kemalasan mendekatkan diri pada kegagalan&#8230;saya sangat sepakat dengan itu&#8230;tapi malam ini diacuhkan sja yach&#8230;.</p>
<p>penyakit malasku malam ini sebenarnya mungkin disebabkan beberapa faktor salah satunya tadi pagi kayaknya terlambat bangun, dan biasanya klo diriku telat bangun insya allah bad mood lha yang terjadi, dan pada saat bad mood kemalasanlah yang timbul dan pada saat kemalsana timbul alhasil ada saja hal hal yang bersifat unlucky  terjadi danbiasanya melibatkan prsoalan duit dan duit&#8230;..dan itu terjadi hari ini&#8230;</p>
<p>gara-gara kurang koordinasinya thl kabupaten alhasil sya yang berdomisili kurang dekat alias jauh dari ibukota kabupaten dengan susah payah dan sedikit berhujan hujan ria separuh jalan dengan semangat 45 datang untuk menghadiri pertemuan di dinas ternyata setibanya di dinas  ternyata tak ada pertemuan, rapat kordinasi atau apapun namanya itu&#8230;&#8230;.yang agak sedikit bersyukur yach..laporan rencana kerja disetror n beberapa konsumen membayar utang&#8230;</p>
<p>sebenarnya pingin protes juga sich..krn berharap dapat pengetahuan n informasi baru eh&#8230;nyatanya cuman dapat kerugian finansial&#8230;.manalgi meninggalkan ujian agroforestry&#8230;ternyata&#8230;yach..begitulah hidup kayaknya&#8230;.</p>
<p>tapi membahas soal malas ku lagi&#8230;yang berdampak pada kelaparan tingkat akut apalagi pas membayangkan midnight begini melahap pisang goreng sepiring&#8230;wih..wih..kayak begini nich&#8230;<a rel="attachment wp-att-100" href="http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/06/kelaparan-akut/images-5/"><img class="aligncenter size-full wp-image-100" title="muantepppp" src="http://lhidotsaja.files.wordpress.com/2010/05/images1.jpg?w=468" alt=""   /></a>wih..liat pic ini jadi luap sma lapar akut yang melandaku belum lagi klo ditemani dengan secangkir espresso&#8230;&#8230;..</p>
<p><a rel="attachment wp-att-102" href="http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/06/kelaparan-akut/images-1-2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-102" title="images (1)" src="http://lhidotsaja.files.wordpress.com/2010/05/images-11.jpg?w=468" alt=""   /></a>eh apa lagi klo ditambah dengan menu yang satu ini&#8230;.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-103" href="http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/06/kelaparan-akut/091213_dsc_0043-1/"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-103" title="yummi..." src="http://lhidotsaja.files.wordpress.com/2010/05/091213_dsc_0043-1.jpg?w=150&#038;h=130" alt="" width="150" height="130" /></a>wih&#8230;&#8230;.jadi lupa dengan kebetean hari ini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..ko liat pic kayak gini&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>tapi satu hal yang tak terlupakan I MISS U MOMMMMMM&#8230;SOOO..MUCH&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>jadi rindu sma my lovely mom klo lagi malas kayak gini&#8230;&#8230;&#8230;MOM&#8230;MISS U SOOOOOOOOOO&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lhidotsaja.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lhidotsaja.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lhidotsaja.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lhidotsaja.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lhidotsaja.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lhidotsaja.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lhidotsaja.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lhidotsaja.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lhidotsaja.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lhidotsaja.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lhidotsaja.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lhidotsaja.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lhidotsaja.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lhidotsaja.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=98&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/06/kelaparan-akut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80b6e659d1cc8b51459a5c2ef1658b9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lhidotsaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lhidotsaja.files.wordpress.com/2010/05/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muantepppp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lhidotsaja.files.wordpress.com/2010/05/images-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images (1)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lhidotsaja.files.wordpress.com/2010/05/091213_dsc_0043-1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">yummi...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/05/95/</link>
		<comments>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/05/95/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 02:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lhidotsaja</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://lhidotsaja.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[piuh&#8230;&#8230;lama juga blog ini tak terjamah olehku ..mungkin karena kesibukan yang tiada tara, yang full of tugas kerjaan as penyuluh, tugas kuliah yg alhamdulillah sudah rampung sedikit plus tugas rumah yang smpai sekarng belum kelar-kelar&#8230;(ampun sma debu&#8230;.ha..ha..)&#8230;&#8230;,tapi itulah konsekwensi dari hidup yang sebenarnya sich banyak pilihan&#8230;&#8230;klo sya ingat just 4 fun  yang tak jelas yach..tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=95&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>piuh&#8230;&#8230;lama juga blog ini tak terjamah olehku ..mungkin karena kesibukan yang tiada tara, yang full of tugas kerjaan as penyuluh, tugas kuliah yg alhamdulillah sudah rampung sedikit plus tugas rumah yang smpai sekarng belum kelar-kelar&#8230;(ampun sma debu&#8230;.ha..ha..)&#8230;&#8230;,tapi itulah konsekwensi dari hidup yang sebenarnya sich banyak pilihan&#8230;&#8230;klo sya ingat just 4 fun  yang tak jelas yach..tak usah full aktivitas tapi klo ingin memixkan antara have fun for today but have  have juga kelak&#8230;yach..seperti saat sekrang harus dgn manajemen dan kolaborasi yang baik&#8230;memng terkesan ngawur but what ever it is &#8230;inilah yg ingin saya tuliskan di blogku..yach..blo2nya blogku sendiri koq&#8230;.hak ku dong&#8230;wkk..wk&#8230;</p>
<p>hari ini lagi dengar teman teman di ssp 2009 bercolloqium riah&#8230;ada yag bercolloqium soal jagung dengan hedgerow, ada yg berorientasi ke kopi dengan penggunaan kulitnya sebagai kompos&#8230;&#8230;tapi..diriku lebih sibuk sendiri dengan blogku menulis apa yang ingin  kutulis dan apa yang ada di kepala&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lhidotsaja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lhidotsaja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lhidotsaja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lhidotsaja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lhidotsaja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lhidotsaja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lhidotsaja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lhidotsaja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lhidotsaja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lhidotsaja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lhidotsaja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lhidotsaja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lhidotsaja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lhidotsaja.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=95&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/05/05/95/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80b6e659d1cc8b51459a5c2ef1658b9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lhidotsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>musik is&#8230;..????</title>
		<link>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/02/26/pengaruh-musik-terhadap-hariku/</link>
		<comments>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/02/26/pengaruh-musik-terhadap-hariku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 05:35:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lhidotsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[referensiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lhidotsaja.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[online sambil denger musik menambah spirit pa lagi klo otak lagi mumet pikir pekerjaan, tugas kuliah and dompet yang lagi kosong melompong&#8230; musik seolah menjadi segalanya saat otak lagi pucing cos full of problem mulai musik dangdut,rap,pop and cadaz smuanya tak embat habis klo lagi sendiri pa lagi diiukti dengn kicauan yang amburadul and tmbh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=83&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-90" href="http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/02/26/pengaruh-musik-terhadap-hariku/images-3/"><img class="alignleft size-full wp-image-90" title="images" src="http://lhidotsaja.files.wordpress.com/2010/02/images2.jpg?w=468" alt=""   /></a>online sambil denger musik menambah spirit pa lagi klo otak lagi mumet pikir pekerjaan, tugas kuliah and dompet yang lagi kosong melompong&#8230;</p>
<p>musik seolah menjadi segalanya saat otak lagi pucing cos full of problem</p>
<p>mulai musik dangdut,rap,pop and cadaz smuanya tak embat habis klo lagi sendiri pa lagi diiukti dengn kicauan yang amburadul and tmbh joged joged&#8230;wih..muantap&#8230;pppppppppp</p>
<p>tapi the most favorite song pastilah musik jazz and instruent pa lagi pas denger kenny g&#8230;.wih&#8230;ngak ku ku kayaknya&#8230;</p>
<p>btw any way &#8230;.kenapa bisa yach musik itu bisa mempengaruhi otakki kita?????</p>
<p>Menurut Clive Robbins,DDM, pendiri Nordoff-Robbins Center for Music Therapy di New York University yang sya kutip dari http://id.news.yahoo.com &#8221;sebenarnya ada hubungan yang erat antara musik dengan struktur neurologis otak dan sistem kerja biologis dalam tubuh manusia,” . Karena pada level non verbal, musik mengaktifkan pikiran yang kemudian memancing ketertarikan kita yang diikuti dengan memengaruhi regulasi fungsi-fungsi tubuh.</p>
<p>itu mengapa Robbins menyakini, menikmati musik atau lagu kesukaan kita tidak hanya mengembalikan romantisme masa lalu tapi juga bisa menghilangkan rasa sakit. Dan pada level yang tinggi, musik dapat mengatur ritme tubuh berjalan sempurna. Sebab musik memiliki tempo, ritme, melodi, dan harmoni. Inilah yang kemudian menstimulasi kerja otak secara komprehensif.</p>
<p>Teori ini kemudian dilengkapi dengan hasil penelitian Colorado State University yang menemukan fakta, pengidap stroke dan parkinson bisa menemukan kestabilannya bila dilakukan terapi musik. Cukup dengan menggunakan metronom, alat pengukur ritme. Michael H.Thaut, PhD, direktur Center for Biomedical Research in Music menjelaskan, ritme memiliki kekuatan penuh untuk mengorganisasi kemampuan motorik kita. “Metronom membantu sinkronisasi reflek motorik kita dengan cepat.”</p>
<p>Proses kerja yang sama kemudian terjadi pada kemampuan musik untuk membuat tekanan darah lebih stabil karena memicu kita untuk bernafas lebih teratur, Deforina Lane, PhD, direktur terapi musik Ireland Cancer Center, ikut melengkapi pernyataan Thaut. “Terbukti, saat saya memutar musik kepada pasien sebelum melakukan tindakan medis, pasien sangat cepat bereaksi dan reaksinya adalah positif bagi kesembuhannya.” (Preventiononline/Siagian Priska)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lhidotsaja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lhidotsaja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lhidotsaja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lhidotsaja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lhidotsaja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lhidotsaja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lhidotsaja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lhidotsaja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lhidotsaja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lhidotsaja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lhidotsaja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lhidotsaja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lhidotsaja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lhidotsaja.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=83&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/02/26/pengaruh-musik-terhadap-hariku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80b6e659d1cc8b51459a5c2ef1658b9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lhidotsaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lhidotsaja.files.wordpress.com/2010/02/images2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INFO THL TB PP DEPTAN 2010</title>
		<link>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/02/23/info-thl-tb-pp-depta/</link>
		<comments>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/02/23/info-thl-tb-pp-depta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 10:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lhidotsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[referensiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lhidotsaja.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[hindari calo-calo CPNS  yang bergentayangan dan buat teman teman THL TB PP DEPTAN seluruh INDONESIA mari kita sama sama berdoa biar perjuangan teman-teman FK NAS terwujud AMIN info THL TB PP DEPTAN<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=70&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hindari calo-calo CPNS  yang bergentayangan dan buat teman teman THL TB PP DEPTAN seluruh INDONESIA mari kita sama sama berdoa biar perjuangan teman-teman FK NAS terwujud AMIN</p>
<p><a href="http://www.deptan.go.id/pengumuman/berita/02-2010/THL-WEB-190210.pdf">info THL TB PP DEPTAN</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lhidotsaja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lhidotsaja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lhidotsaja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lhidotsaja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lhidotsaja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lhidotsaja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lhidotsaja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lhidotsaja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lhidotsaja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lhidotsaja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lhidotsaja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lhidotsaja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lhidotsaja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lhidotsaja.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lhidotsaja.wordpress.com&amp;blog=11846632&amp;post=70&amp;subd=lhidotsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lhidotsaja.wordpress.com/2010/02/23/info-thl-tb-pp-depta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80b6e659d1cc8b51459a5c2ef1658b9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lhidotsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
